Perkembangan Imunisasi dari Waktu ke Waktu

Pembahasan kita sekarang adalah Perkembangan Imunisasi dari Waktu ke Waktu. Pernahkah Anda membaca Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009? Menurut undang-undang tersebut, imunisasi merupakan salah satu upaya prioritas Kementerian Kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit menular yang dilakukan. Hal ini sebagai salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menurunkan angka kematian pada anak.

Perkembangan Imunisasi dari Waktu ke Waktu
Kelengkapan Pemberian Imunisasi

Berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian bayi (AKB) 34/1000 kelahiran hidup dan angka kematian balita (AKBA) 44/1000 kelahiran hidup. Hasil survei Riskesdas tahun 2013 didapatkan data cakupan imunisasi HB-0 (79,1%), BCG (87,6%), DPT-HB-3 (75,6%), Polio-4 (77,0%), dan imunisasi campak (82,1%). Survei ini dilakukan pada anak usia 12 – 23 bulan.

Adapun cakupan kelengkapan pemberian imunisasi seperti berikut.

  • Imunisasi lengkap : 59,2%
  • Imunisasi tidak lengkap : 32,1%
  • Tidak pernah diimunisasi : 8,7%

Seperti kita ketahui, bahwa di masyarakat masih ada pemahaman yang berbeda mengenai imunisasi, sehingga masih banyak bayi dan balita yang tidak mendapatkan pelayanan imunisasi. Alasan yang disampaikan orangtua mengenai hal tersebut, antara lain karena anaknya takut panas, sering sakit, keluarga tidak mengizinkan, tempat imunisasi jauh, tidak tahu tempat imunisasi, serta sibuk / repot. Karena itu, pelayanan imunisasi harus ditingkatkan di berbagai tingkat unit pelayanan.

Tahukah Anda bahwa imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang telah diselenggarakan di Indonesia sejak 1956? Program ini terbukti pula paling efektif dan efisien dalam pemberian layanan kesehatan. Lewat program ini pula Indonesia dinyatakan bebas dari penyakit cacar sejak tahun 1974.

Mulai tahun 1977, selanjutnya kegiatan imunisasi diperluas menjadi Program Pengembangan Imunisasi (PPI) dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), yaitu Tuberkolosis, Difteri, Pertusis, Campak, Polio, Tetanus, Hepatitis-B, serta Pneumonia.

Perkembangan Imunisasi dari Waktu ke Waktu

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa program imunisasi ke dalam penyelenggaraan pelayanan yang bermutu dan efisien. Upaya tersebut didukung dengan kemajuan yang pesat dalam bidang penemuan vaksin baru (Rotavirus, Jappanese Encephalitis, dan lain-lain). Perkembangan teknologi lain adalah menggabungkan beberapa jenis vaksin sebagai vaksin kombinasi yang terbukti dapat meningkatkan cakupan imunisasi, mengurangi jumlah suntikan dan kontak dengan petugas.

Untuk lebih mengenali perkembangan imunisasi, Anda dapat melihat list berikut.

  • 1956 : Imunisasi Cacar
  • 1973 : Imunisasi BCG
  • 1974 : Imunisasi TT pada Ibu Hamil
  • 1976 : Imunisasi DPT untuk Bayi
  • 1977 : WHO mulai pelaksanaan program imunisasi sebagai upaya global (EPI-Expanded Programon Immunization)
  • 1980 : Imunisasi Polio
  • 1982 : Imunisasi Campak
  • 1990 : Indonesia mencapai UCI Nasional
  • 1997 : Imunisasi Hepatitis B
  • 2004 : Introduksi DPT-Hb
  • 2007 : DPT/Hb di seluruh Indonesia
  • 2007 : Pilot Project IPV (Inactive Polio Vaccine) di Provinsi DIY
  • 2010 : Imunisasi Td & BIAS Kelas 1 & 2 Penanggulangan KLB Difteri
  • 2013 : Introduksi Vaksin DPT, Hb, Hib (pentavalen) di empat propinsi (DIY, Jawa Barat, Bali, NTB)
  • 2014 : Introduksi Vaksin DPT, Hb, Hib (pentavalen) di seluruh provinsi
Strategi Pemerintah

Salah satu strategi pemerintah untuk menangani hal tersebut, diatur dalam Permenkes 1464 Tahun 2010 mengenai izin dan penyelenggaraan praktik bidan, pasal 11 ayat 2d, yang menyatakan bahwa kewenangan bidan dalam pelayanan kesehatan anak yaitu bidan berwenang dalam pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah.

Pelaksanaan praktik bidan mengenai pelayanan imunisasi diatur dalam Standar Kompetensi Bidan Indonesia, pada area kompetensi 5 mengenai keterampilan klinis praktik kebidanan yaitu bahwa bidan mengidentifikasi upaya pencegahan penyakit pada bayi baru lahir, bayi dan balita termasuk imunisasi. Bidan juga memberikan Imunisasi pada perempuan sesuai kewenangan.

Sekian informasi terkait dengan Perkembangan Imunisasi dari Waktu ke Waktu, kami harap postingan kali ini membantu kawan-kawan semua. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Reply