Kali ini kami akan ulas berkaitan dengan Perencanaan Pelayanan Imunisasi Wajib. Perencanaan imunisasi atau vaksin merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan oleh petugas imunisasi / vaksin yang profesional. Perencanaan disusun secara berjenjang mulai dari puskesmas, kabupaten / kota, provinsi, dan pusat (bottom up).

Perencanaan Pelayanan Imunisasi Wajib

Perencanaan Pelayanan Imunisasi Wajib

Berikut ini perencanaan pelayanan imunisasi atau vaksin wajib meliputi :

1. Penentuan Sasaran imunisasi / vaksin rutin Wajib

a. Bayi pada Imunisasi / Vaksin Dasar

Jumlah bayi baru lahir dihitung / ditentukan berdasarkan angka yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) atau sumber resmi yang lain. Dapat juga dihitung dengan rumus: bayi = CBR x Jumlah Penduduk. Sasaran ini digunakan untuk menghitung imunisasi HB 0, BCG, dan Polio 1.

Jumlah bayi yang bertahan hidup (surviving infant) dihitung/ditentukan dengan rumus Surviving Infant (SI) = Jumlah bayi – (IMR x Jumlah bayi). Sasaran ini digunakan untuk menghitung imunisasi yang diberikan pada bayi usia 2 – 11 bulan. Jumlah batita dihitung berdasarkan jumlah Surviving Infant (SI).

b. Anak Sekolah Dasar pada Imunisasi / Vaksin Lanjutan

Jumlah sasaran anak sekolah didapatkan dari data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan atau Kementerian Agama (untuk siswa MI) atau pendataan langsung pada sekolah.

c. Wanita Usia Subur (WUS) pada Imunisasi / Vaksin Lanjutan

Batasan Wanita Usia Subur (WUS) adalah antara 15 – 49 tahun. Rumus untuk menghitung jumlah sasaran Wanita Usia Subur (WUS) = 21,9% x Jumlah Penduduk. Wanita Usia Subur terdiri dari WUS hamil dan tidak hamil.

2. Sasaran Imunisasi / Vaksin Tambahan

Sasaran imunisasi tambahan adalah kelompok risiko (golongan umur) yang paling berisiko terkenanya kasus. Jumlah sasaran didapatkan berdasarkan pendataan langsung.

3. Sasaran Imunisasi / Vaksin Khusus

Sasaran imunisasi khusus ditetapkan dengan keputusan tersendiri (misalnya: jemaah haji, masyarakat yang akan pergi ke negara tertentu).

4. Perencanaan Kebutuhan Logistik

Logistik imunisasi terdiri dari vaksin, Auto Disable Syringe dan safety box. Ketiga kebutuhan tersebut direncanakan secara bersamaan dalam jumlah yang berimbang (system bundling).

a. Perencanaan Imunisasi / Vaksin
  • Menentukan Target Cakupan
  • Menghitung Indeks Pemakaian Vaksin
  • Menghitung Kebutuhan Vaksin
b. Perencanaan Auto Disable Syringe

Alat suntik yang digunakan dalam pemberian imunisasi adalah alat suntik sekali pemakaian (Auto Disable Syringe / ADS). Tabel Ukuran ADS dan Penggunaannya

No. Ukuran ADS Penggunaan
1. 0,05 ml Pemberian imunisasi BCG
2. 0,5 ml Pemberian imunisasi DPT-HB-Hib, Campak, DT, Td, dan TT
3. 5 ml Untuk melarutkan vaksin BCG dan campak

Sumber: Depkes RI, 2009

c. Perencanaan Safety Box

Safety box digunakan untuk menampung alat suntik bekas pelayanan imunisasi sebelum dimusnahkan. Safety box ukuran 2,5 liter mampu menampung 50 alat suntik bekas, sedangkan ukuran 5 liter menampung 100 alat suntik bekas. Limbah imunisasi selain alat suntik bekas tidak boleh dimasukkan ke dalam Safety box.

d. Perencanaan kebutuhan Peralatan Cold Chain

Sesuai dengan tingkat administrasi, maka sarana coldchain yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.

  • Provinsi: Coldroom, freeze room, lemari es, dan freezer;
  • Kabupaten/kota: Coldroom, lemari es, dan freezer;
  • Puskesmas: Lemari es.

Cara perhitungan kebutuhan coldchain adalah dengan mengalikan jumlah stok maksimal vaksin (semua jenis vaksin) dengan volume setiap jenis dan membandingkannya dengan volume lemari es/freezer.

e. Menghitung kebutuhan Peralatan rantai Vaksin

Vaksin harus disimpan pada suhu tertentu (pada suhu 2 s.d. 8 oC untuk vaksin sensitif beku atau pada suhu -15 s.d. -25 oC untuk vaksin yang sensitif panas).

Tabel Peralatan Rantai Vaksin di Puskesmas dan Perkiraan Jumlah Kebutuhan

No. Nama Barang Kebutuhan Minimal Keterangan
1. Lemari Es 1
2. Vaccine Carrier 3
3. Coolpack 20 4 untuk setiap vaksin carrier, 8 buah untuk lemari es
4. Termometer 1
5. Indikator paparan suhu beku 4 1 buah untuk lemari es, 1 buah untuk setiap vaksin carrier
6. Indikator paparan panas (VCCM) 4 1 buah untuk lemari es, 1 buah untuk setiap vaksin carrier

Sumber: Depkes RI, 2009

Sekian informasi berkaitan dengan Perencanaan Pelayanan Imunisasi Wajib, semoga postingan ini bermanfaat buat Anda. Kami berharap postingan ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: