Pendistribusian Imunisasi atau Vaksin Wajib

Di postingan ini kami akan bahas terkait dengan Pendistribusian Imunisasi atau Vaksin Wajib. Jika Anda akan melakukan sesuatu sebaiknya diawali dengan perencanaan yang matang, sehingga tujuan akan tercapai, demikian juga halnya dengan pelayanan imunisasi perlu ada perencanaan.

Anda perlu menyusun perencanaan pemberian imunisasi meliputi:

  1. Perencanaan Pelayanan Imunisasi atau Vaksin Wajib
  2. Pendistribusian Vaksin
  3. Penyimpanan Vaksin atau Imunisasi
  4. Pelaksanaan Pelayanan Vaksin Wajib
  5. Penanganan Limbah Imunisasi atau Vaksin
  6. Pemantauan dan Evaluasi Vaksin atau Imunisasi

Dari keenam perencanaan di atas, pada artikel ini hanya akan dibahas beberapa saja. Untuk poin perencanaan pemberian imunisasi yang lain akan dibahas di artikel berikutnya.

Pendistribusian Imunisasi atau Vaksin Wajib

Pemerintah bertanggung jawab dalam pendistribusian logistik sampai ke tingkat provinsi. Pendistribusian selanjutnya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah secara berjenjang. Dan untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat gambar sistem rantai dingin berikut ini.

Pendistribusian Imunisasi atau Vaksin Wajib

Seluruh proses distribusi vaksin / imunisasi dari pusat sampai ke tingkat pelayanan, harus mempertahankan kualitas vaksin tetap tinggi agar mampu memberikan kekebalan yang optimal kepada sasaran.

Distribusi Vaksin / Imunisasi dari Puskesmas ke tempat Pelayanan

Vaksin dibawa dengan menggunakan vaksin carrier yang diisi cool pack dengan jumlah yang sesuai.

  • Cold / cool box disposable
  • Cold / cool box reusable
  • Cold pack : kotak plastik berisi air yang dibekukan selama lebih dari 24 jam pada suhu di bawah -5 oC s/d -25 oC atau dalam freezer.
  • Cool pack : kotak plastik berisi air yang didinginkan selama lebih dari 24 jam pada suhu -3 oC s/d 2 oC atau dalam lemari es (dekat evaporator).
  • Vaksin carrier
  • Thermos
Pelaksanaan Pelayanan imunisasi Wajib

Berdasarkan tempat pelayanan imunisasi wajib, pelaksanaan imunisasi dibagi menjadi:

a. Pelayanan dalam Gedung

Pelayanan imunisasi di dalam gedung (komponen statis), seperti puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, bidan praktik, dokter praktik.

  1. Kebutuhan logistik untuk unit pelayanan kesehatan swasta / UPKS (vaksin dan pelarutnya, alat suntik / ADS, safety box) diperoleh dari Dinas Kesehatan kabupaten/kota melalui puskesmas di wilayahnya.
  2. Pemakaian logistik harus dilaporkan setiap bulan kepada puskesmas setempat bersamaan dengan laporan cakupan pelayanan imunisasi.
  3. Laporan imunisasi dibuat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (dalam buku KIA, rekam medis, dan atau kohort).

b. Pelayanan di Luar Gedung

Pelayanan imunisasi di luar gedung (komponen dinamis), seperti posyandu, di sekolah, atau melalui kunjungan rumah. Dalam pemberian imunisasi di luar gedung harus diperhatikan dalam kualitas vaksin atau imunisasi, pemakaian alat suntik harus menggunakan ADS, dan hal-hal penting saat pemberian imunisasi (dosis, cara dan tempat pemberian, interval pemberian, tindakan antiseptik, dan kontra indikasi).

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan kualitas dan keamanan vaksin atau imunisasi :

  1. Vaksin belum kadaluwarsa.
  2. Vaksin sensitif beku belum pernah mengalami pembekuan.
  3. Vaksin belum terpapar suhu panas yang berlebihan.
  4. Vaksin belum melampaui batas waktu ketentuan pemakaian vaksin yang telah dibuka.
  5. Pencampuran vaksin dengan pelarut harus berasal dari pabrik yang sama.

Demikian info perihal Pendistribusian Imunisasi atau Vaksin Wajib, semoga artikel ini bermanfaat buat kalian. Kami berharap artikel ini disebarluaskan biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Reply