[pgp_title]

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

Pembahasan kita sekarang adalah Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!. Penyakit asam urat dalam dunia kesehatan juga disebut dengan penyakit gout / penyakit pirai (arthritis pirai). Asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri yaitu zat yang terdapat dalam tiap bahan makanan yang berasal dari makhluk hidup.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini. Lalu karena kita mengonsumsi makhluk hidup tersebut, maka zat purin itu berpindah ke tubuh kita. Berbagai macam sayur-sayuran dan buah-buahan pun ada purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau dikarenakan penyakit tertentu.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

Berikut beberapa cara mencegah atau menurunkan penyakit asam urat yakni :

1. Pencegahan Primer

Cara pencegahan primer asam urat yaitu :

a. Pendidikan kesehatan

Upaya pencegahan serangan asam urat biasanya yakni dengan menyingkirkan segala sesuatu yang dapat menjadi penyebab serangan. Sehingga kita harus mengetahui makanan yang bisa memperbesar terjadinya resiko asam urat. Seperti latihan fisik berlebih, stres dan makanan yang mengandung purin berlebih (daging, jeroan (ginjal, hati), bahkan ikan asin, dll).

Walaupun pengidap penyakit asam urat yang udah sakit berulang bisa di cegah dengan pemberian obat. Namun penderita perlu mengurangi makanan berlemak, dan alkohol buat memperkecil serangan asam urat. Untuk yang masyarakat sehat (yang bukan penyandang asam urat) seyogianya mereka memantau makanan yang dikonsumsinya. Sehingga dapat memperkecil terjadinya serangan asam urat.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

Mengenali makanan yang mengandung kadar purinnya amat tinggi, sedang dan rendah, maka kita dapat menjaga asupan purin sekecil mungkin. Adapun klasifikasi makanan berdasarkan kadar purinnya yakni :

  • Makanan kadar purin tinggi (150-180 mg/100 gram), misalnya: jeroan (hati, ginjal, jantung, limpa, paru, otak, saripati daging, dll).
  • Makanan kadar purin sedang (50-150 mg/100 gram), contoh: daging sapi, udang, kepiting, cumi, kerang, kacang-kacangan, bayam, kembang kol, kangkung, asparagus, jamur, dll.
  • Makanan kadar purin rendah (di bawah 50 mg/100 gram), misalnya: gula, telor, susu, dsb.
b. Spesifik Proteksi
  • Minum yang cukup untuk menolong memperlancar pembuangan asam urat oleh tubuh.
  • Menurunkan berat badan buat yang kegemukan dengan menjalankan olahraga yang juga bermanfaat buat menghindari kerusakan sendi.
  • Menurunkan keletihan atau aktifitas berlebihan.
  • Menghindari stres yang dapat mengundang kemarahan
  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Memakai air hangat untuk mandi, sebab air hangat dapat memperlancar pergerakan sendi.
  • Istirahat yang cukup di malam hari {8 sampai 9|delapan sampai sembilan jam per hari.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

2. Pencegahan Sekunder

Cara pencegahan sekunder dari penyakit asam urat yakni :

a. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium darah digunakan buat diagnosis hiperurisemia. Sedangkan pengecekan urin untuk melihat ekskresi urat dan mendeteksi batu ginjal. Kadar normal asam urat dalam darah yaitu 2 sampai 6 mg/dl buat perempuan dan 3 sampai 7,2 mg/dl buat laki-laki. Untuk yang berusia lanjut kadar tersebut lebih tinggi. Rata-rata kadar normal asam urat ialah 3.0 hingga 7,0 mg/dl. Jika kadar asam urat darah lebih dari 7,0 mg/dl bisa menyebabkan serangan asam urat.

Apabila hiperurisemia lebih dari 12 mg/dl bisa membangkitkan timbulnya batu ginjal. Sebelum test di anjurkan puasa selama kurang lebih 4 jam sebelumnya. Juga enggak boleh memakai obat-obatan tertentu yang bisa mempengaruhi hasil, yakni :

  • diuretika,
  • etambutol,
  • vinkristin,
  • pirazinamid,
  • tiazid,
  • analgetik,
  • vitamin C dan levodopan,
  • begitupun makanan tertentu yang kaya purin.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

b. Terapi Obat

Pada kasus hiperurisemia tanpa gejala, gak memerlukan pengobatan. Akan tetapi bisa di cegah dengan terapi diet aja. Yang jadi problem adalah bila sendi yang rusak sudah mengandung kristal-kristal urat. Sehingga sistem kekebalan tubuh akan menyerang benda asing itu. Sel darah putih ikut menginfiltrasi sendi dengan mengeradikasi kristal itu. Akan tetapi keadaan ini justru akan memicu terjadinya inflamasi pembengkakan (radang) sendi yang akut.

Sendi membengkak sehingga muncul rasa sakit yang hebat, karena tekanan pada kapsula sendi. Pengobatan di gunakan untuk menurunkan kadar asam urat di dalam darah. Contohnya alopurinol yang bekerja sebagai inhibitor menekan produksi asam urat. Atau obat urikosurik, seperti probenesid untuk membantu mempercepat pembuangan asam urat lewat ginjal.

Obat penurun asam urat juga diperlukan. Obat untuk mengatasi radang dan rasa sakit yaitu golongan OAINS (obat anti inflamasi non steroid) seperti :

  • indometasin,
  • ibuprofen,
  • ketoprofen,
  • deklofenak,
  • dsb.

Sedangkan buat pencegahan serangan berulang, lazimnya diberikan kolkisin.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

3. Pencegahan Tersier

Cara pencegahan tersier asam urat yakni :

a. Pembatasan Purin

Jika telah terjadi pembengkakan sendi atau kadar asam urat serum lebih dari 10 mg/dl, penyandang mesti diberikan program diet rendah purin. Tetapi, pada kenyataannya engga mungkin merencanakan diet tanpa purin. Karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nulkeoprotein.

Diet yang normal kebanyakan mengandung 600-1.000 mg purin per hari. Oleh sebab itu, diet bagi pasien asam urat wajib dikurangi kandungan purinnya.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

b. Kalori Sesuai dengan Kebutuhan

Jumlah konsumsi kalori wajib sesuai dengan kebutuhan tubuh yang didasarkan pada tinggi dan berat badan individu. Untuk pasien penyakit asam urat yang kelebihan berat badan perlu menurunkan berat badannya dengan memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Jumlah kalori disesuaikan keperluan dan dijaga agar jangan sampai memicu kurang gizi atau berat badan dibawah normal.

Kekurangan kalori akan meningkatkan asam urat serum dengan adanya keton bodies yang dapat meredam pengeluaran asam urat melalui urin. Demikian pula halnya yang akan terjadi apabila penyandang menjalani puasa atau diet yang ketat.

Pada pasien asam urat yang gemuk, konsumsi kalori perlu di kurangi 10-15% dari total konsumsi kalori yang normal setiap harinya. Dengan demikian, kelebihan berat badan dapat di turunkan secara bertahap. Untuk mengatasi rasa lapar akibat pembatasan konsumsi kalori, pengidap dapat mengkonsumsi banyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

Dengan mengonsumsi buah dan sayur, bisa memberi rasa kenyang dan kadar airnya yang tinggi amat baik dalam membantu melarutkan kelebihan asam urat dalam serum. Sayur-sayuran yang enggak mengandung purin (kecuali asparagus, kacang polong, buncis, kembang kol, bayam, jamur) di makan paling sedikit 300g/hari. Agar-agar pun bisa dikonsumsi buat mengatasi rasa lapar.

c. Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat diberikan sesuai dengan kebutuhan kalori. Karbohidrat kompleks, seperti nasi, singkong, roti, ubi, sangat baik dikonsumsi oleh pasien penyakit gout sebab bisa meningkatkan pengeluaran asam urat lewat urin. Konsumsi karbohidrat kompleks disarankan engga kurang dari 100 gr/hari.

Penderita gout wajib mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa. Seperti gula, permen, arum manis, dan sirup. Konsumsi fruktosa tersebut dapat meningkatkan kadar asam urat serum.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

d. Rendah Protein

Pengidap asam urat diberikan diet rendah protein. Sebab protein dapat meningkatkan produksi asam urat. Terutama protein yang berasal dari bahan makanan hewani. Sumber makanan yang mengandung protein tinggi seperti hati, ginjal, otak, paru, limpa, dsb.

e. Rendah Lemak

Lemak dapat menghambat eksresi asam urat melalui urin. Karena itu, penderita gout sebaiknya diberi diet rendah lemak. Pasien kudu membatasi makanan yang digoreng dan bersantan. Dan menghindari penggunaan margarin (berasal dari produk nabati) atau mentega (berasal dari produk hewani). Lemak yang bisa dikonsumsi sebaiknya 15% dari total kalori.

Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!

f. Tinggi Cairan

Konsumsi cairan yang tinggi, khususnya dari minuman, bisa membantu pengeluaran asam urat lewat urin. Upayakan dapat menghabiskan minuman sebanyak 2,5 liter atau sekitar 10 gelas sehari. Pemberian air hangat pada pasien di pagi hari atau saat bangun tidur amat baik. Selain dari minuman, konsumsi cairan dapat juga diperoleh dari kuah sayuran, jus buah, maupun buah-buahan segar yang banyak mengandung air.

Di samping cara-cara di atas, kami pun memiliki solusi buat asam urat. Yakni dengan mengonsumsi produk herbal dari Synergy Worldwide (paket asam urat). Buat info selengkapnya atau cara order dapat langsung contact us atau klik link yang tersedia.

Sekian informasi mengenai Mengenal Metode Pencegahan Penyakit Asam Urat? Why Not!, kami harap post ini bermanfaat buat Anda. Mohon artikel ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: Penyakit Pirai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *