Di artikel ini kami akan bahas mengenai Jenis Imunisasi Polio yang Biasa Diberikan. Imunisasi (Vaksin) polio adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit polio. Ada dua jenis vaksin polio, yaitu vaksin yang berisi virus polio yang tidak aktif yang disuntikkan ke dalam tubuh atau vaksin berisi virus polio yang sudah dilemahkan yang diberikan lewat mulut.

Jenis Imunisasi Polio yang Biasa Diberikan

Jenis Imunisasi Polio yang Biasa Diberikan

Berikut penjelasan kedua jenis imunisasi atau vaksin untuk penyakit polio :

1. Vaksin atau Imunisasi Polio Oral (Oral Polio Vaccine [OPV])

Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus poliomyelitis tipe 1, 2, dan 3 (strain Sabin) yang sudah dilemahkan.

a. Indikasi imunisasi / vaksin Polio Oral

Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomielitis.

b. Cara pemberian dan dosis imunisasi / vaksin Polio Oral

Secara oral (melalui mulut), 1 dosis (dua tetes) sebanyak 4 kali (dosis) pemberian, dengan interval setiap dosis minimal 4 minggu.

c. Kontra indikasi imunisasi / vaksin Polio Oral

Pada individu yang menderita immune deficiency tidak ada efek berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit.

d. Efek Samping imunisasi / vaksin Polio Oral

Sangat jarang terjadi reaksi sesudah imunisasi polio oral. Setelah mendapat vaksin polio oral bayi boleh makan minum seperti biasa. Apabila muntah dalam 30 menit segera diberi dosis ulang.

e. Penanganan efek samping imunisasi / vaksin Polio Oral

Orangtua tidak perlu melakukan tindakan apa pun.

2. Vaksin atau Imunisasi Inactive Polio Vaccine (IPV)

Bentuk suspensi injeksi.

a. Indikasi imunisasi / vaksin Inactive Polio Vaccine

Untuk pencegahan poliomyelitis pada bayi dan anak immunocompromised, kontak di lingkungan keluarga dan pada individu di mana vaksin polio oral menjadi kontra indikasi.

b. Cara pemberian dan dosis imunisasi / vaksin Inactive Polio Vaccine

  • Disuntikkan secara intra muskular atau subkutan dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml.
  • Dari usia 2 bulan, 3 suntikan berturut-turut 0,5 ml harus diberikan pada interval satu atau dua bulan.
  • IPV dapat diberikan setelah usia bayi 6, 10, dan 14, sesuai dengan rekomendasi dari WHO.
  • Bagi orang dewasa yang belum diimunisasi diberikan 2 suntikan berturut-turut dengan interval satu atau dua bulan.

c. Kontra indikasi imunisasi / vaksin Inactive Polio Vaccine

  • Sedang menderita demam, penyakit akut atau penyakit kronis progresif.
  • Hipersensitif pada saat pemberian vaksin ini sebelumnya.
  • Penyakit demam akibat infeksi akut: tunggu sampai sembuh.
  • Alergi terhadap Streptomycin.

d. Efek samping imunisasi / vaksin Inactive Polio Vaccine

Reaksi lokal pada tempat penyuntikan: nyeri, kemerahan, indurasi, dan bengkak bisa terjadi dalam waktu 48 jam setelah penyuntikan dan bisa bertahan selama satu atau dua hari.

e. Penanganan efek samping imunisasi / vaksin Inactive Polio Vaccine

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI).
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3 – 4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam)
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.

Sekian info seputar Jenis Imunisasi Polio yang Biasa Diberikan, kami harap postingan kali ini berguna buat kawan-kawan semua. Tolong postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: