Di artikel ini kami akan jelaskan mengenai Jenis Imunisasi Lanjutan yang Perlu Dilakukan. Imunisasi lanjutan merupakan imunisasi ulangan untuk mempertahankan tingkat kekebalan atau untuk memperpanjang masa perlindungan.

Jenis Imunisasi Lanjutan yang Perlu Dilakukan

Jenis Imunisasi Lanjutan yang Perlu Dilakukan

Imunisasi lanjutan diberikan kepada anak usia bawah tiga tahun (Batita), anak usia sekolah dasar, dan wanita usia subur.

1. Imunisasi atau Vaksin TD

Suspensi kolodial homogen berwarna putih susu mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri murni yang terabsorpsi ke dalam alumunium fosfat. Indikasi dari vaksin / imunisasi TD yakni pemberian kekebalan simultan terhadap difteri dan tetanus pada anak-anak.

a. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunisasi TD

Secara intra muskular atau subkutan dalam, dengan dosis 0,5 ml. Dianjurkan untuk anak usia di bawah 8 tahun.

b. Kontra indikasi vaksin / imunisasi TD

Hipersensitif terhadap komponen dari vaksin.

c. Efek Samping vaksin / imunisasi TD

Gejala-gejala seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara, dan kadang-kadang gejala demam.

d. Penanganan efek samping vaksin / imunisasi TD

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum anak lebih banyak.
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3 – 4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Anak boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
2. Imunisasi atau Vaksin Td

Suspensi kolodial homogen berwarna putih susu mengandung toksoid tetanus dan toksoid difteri murni yang terabsorpsi ke dalam alumunium fosfat.

a. Indikasi:

Imunisasi ulangan terhadap tetanus dan difteri pada individu mulai usia 7 tahun.

b. Cara pemberian dan dosis:

Disuntikkan secara intra muskular atau subkutan dalam, dengan dosis pemberian 0,5 ml.

c. Kontra indikasi:

Individu yang menderita reaksi berat terhadap dosis sebelumnya.

d. Efek samping:

Pada uji klinis dilaporkan terdapat kasus nyeri pada lokasi penyuntikan (20 – 30%) serta demam (4,7%)

3. Imunisasi atau Vaksin TT

Suspensi kolodial homogen berwarna putih susu dalam vial gelas, mengandung toksoid tetanus murni, terabsorpsi ke dalam aluminium fosfat.

a. Indikasi vaksin / imunsasi TT

Perlindungan terhadap tetanus neonatorum pada wanita usia subur.

b. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunsasi TT

Secara intra muskular atau subkutan dalam, dengan dosis 0,5 ml.

c. Kontra indikasi vaksin / imunsasi TT

  • Gejala-gejala berat karena dosis TT sebelumnya.
  • Hipersensitif terhadap komponen vaksin.
  • Demam atau infeksi akut.

d. Efek samping vaksin / imunsasi TT

Jarang terjadi dan bersifat ringan seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara, dan kadang-kadang gejala demam.

e. Penanganan efek samping vaksin / imunsasi TT

  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Anjurkan ibu minum lebih banyak.

Demikian info berkaitan dengan Jenis Imunisasi Lanjutan yang Perlu Dilakukan, semoga artikel kali ini membantu Anda. Kami berharap artikel ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi: