Pembahasan kita kali ini yaitu Jenis Imunisasi Dasar yang Perlu Diberikan. Imunisasi dasar adalah sebuah upaya kesehatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya suatu penyakit dalam tubuh manusia.

Jenis Imunisasi Dasar yang Perlu Diberikan

Jenis Imunisasi Dasar yang Perlu Diberikan

Berikut ini beberapa jenis imunisasi dasar lengkap yang perlu diberikan :

  1. Vaksin atau Imunisasi BCG
  2. Vaksin atau Imunisasi Hepatitis B
  3. Vaksin atau Imunisasi DPT
  4. Vaksin atau Imunisasi Campak
  5. Vaksin atau Imunisasi Polio

Berikut beberapa penjelasan singkat dari jenis imunisasi dasar di atas.

1. Imunisasi / Vaksin BCG

BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain paris. Indikasi vaksin / imunisasi BCG : untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosis.

a. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunisasi BCG :

  • Dosis pemberian: 0,05 ml, sebanyak 1 kali.
  • Disuntikkan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas (insertio musculus deltoideus), dengan menggunakan ADS 0,05 ml.

b. Efek samping vaksin / imunisasi BCG

2 – 6 minggu setelah imunisasi BCG daerah bekas suntikan timbul bisul kecil (papula) yang semakin membesar dan dapat terjadi ulserasi dalam waktu 2 – 4 bulan, kemudian menyembuh perlahan dengan menimbulkan jaringan parut dengan diameter 2 – 10 mm.

c. Penanganan efek samping vaksin atau imunisasi BCG

  • Apabila ulkus mengeluarkan cairan perlu dikompres dengan cairan antiseptik.
  • Apabila cairan bertambah banyak atau koreng semakin membesar anjurkan orangtua membawa bayi ke ke tenaga kesehatan.
2. Imunisasi / Vaksin DPT-HB-HIB

DTP-HB-Hib digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan.

a. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunisasi DPT

  • Vaksin harus disuntikkan secara intramuskular pada anterolateral paha atas.
  • Satu dosis anak adalah 0,5 ml.

b. Kontra indikasi vaksin / imunisasi DPT

Kejang atau gejala kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan saraf serius.

c. Efek samping vaksin / imunisasi DPT

Reaksi lokal sementara, seperti bengkak, nyeri, dan kemerahan pada lokasi suntikan, disertai demam dapat timbul dalam sejumlah besar kasus. Kadang-kadang reaksi berat, seperti demam tinggi, irritabilitas (rewel), dan menangis dengan nada tinggi dapat terjadi dalam 24 jam setelah pemberian.

d. Penanganan efek samping vaksin / imunisasi DPT

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3 – 4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
  • Jika reaksi memberat dan menetap bawa bayi ke dokter.
3. Imunisasi / Vaksin Hepatitis B

Vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infecious, berasal dari HBsAg.

a. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunisasi hepatitis B

  • Dosis 0,5 ml atau 1 (buah) HB PID, secara intramuskuler, sebaiknya pada anterolateral paha.
  • Pemberian sebanyak 3 dosis.
  • Dosis pertama usia 0 – 7 hari, dosis berikutnya interval minimum 4 minggu (1 bulan).

b. Kontra indikasi vaksin / imunisasi hepatitis B

Penderita infeksi berat yang disertai kejang.

c. Efek Samping vaksin / imunisasi hepatitis B

Reaksi lokal seperti rasa sakit, kemerahan dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan. Reaksi yang terjadi bersifat ringan dan biasanya hilang setelah 2 hari.

d. Penanganan efek samping vaksin / imunisasi hepatitis B

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI).
  • Jika demam, kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3 – 4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
4. Imunisasi / Vaksin Campak

Vaksin virus hidup yang dilemahkan.

a. Indikasi vaksin / imunisasi Campak

Pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak.

b. Cara pemberian dan dosis vaksin / imunisasi Campak

0,5 ml disuntikkan secara subkutan pada lengan kiri atas atau anterolateral paha, pada usia 9 – 11 bulan.

c. Kontra indikasi vaksin / imunisasi Campak

Individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang diduga menderita gangguan respon imun karena leukemia, limfoma.

d. Efek samping vaksin / imunisasi Campak

Hingga 15% pasien dapat mengalami demam ringan dan kemerahan selama 3 hari yang dapat terjadi 8 – 12 hari setelah vaksinasi.

e. Penanganan efek samping vaksin / imunisasi Campak

  • Orangtua dianjurkan untuk memberikan minum lebih banyak (ASI atau sari buah).
  • Jika demam kenakan pakaian yang tipis.
  • Bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
  • Jika demam berikan paracetamol 15 mg/kgBB setiap 3 – 4 jam (maksimal 6 kali dalam 24 jam).
  • Bayi boleh mandi atau cukup diseka dengan air hangat.
  • Jika reaksi tersebut berat dan menetap bawa bayi ke dokter.

Sekian info tentang Jenis Imunisasi Dasar yang Perlu Diberikan, kami harap artikel ini membantu kalian. Mohon artikel ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi: